TPST Mekarjati Maksimalkan Daerah Layanan, Kelola Sampah Menjadi Berkah

Foto: Dokumentasi 



Deteksiar Karawang, Pengoperasian tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Mekarjati, yang berlokasi di kelurahan Mekarjati, kecamatan Karawang Barat ini di bangun tahun 2021 dengan sistem pengolahan konvensional, dan saat ini telah di upgrade menggunakan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) pengolahan sampah yang melibatkan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah. 


"Outputnya dari TPST Mekarjati ini proses pemilahan pengolahan sampah organik menjadi bernilai ekonomis, dan non organik menjadi bahan Refuse Derived Fuel (RDF), " ungkap kepala pengelola Dede suryani, saat ditemui awak media di lokasi TPST. Jumat. (25/4/2025)

Foto: Hasil pengolahan



Lanjutnya, menurut pria tokoh pemuda dan pegiat lingkungan di kelurahan nya ini menjelaskan dengan sistem RDF ini menjadikan solusi inovatif mengubah sampah dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk berbagai industri. Serta membentuk Bank Sampah mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya bertujuan menciptakan ekonomi sirkular untuk memaksimalkan layanan pengelolaan sampah. dan juga memberi dampak positif lainnya dalam penyerapan tenaga kerja warga sekitar.



"Ya, untuk penarikan sampah oleh petugas dari rumah warga ke TPST, lalu, proses mesin oleh operator dengan targetnya 20 ton per line per hari, di kami ada 2 line jadi target 40 ton Jadinya ada organik sama yang kering nya, optimalkan sumber yang ada." Urai dede.

Dalam proses penarikan sampah tersebut, pihak pengelola merincikan bahwa untuk sebagian operasionalnya mengunakan hasil dari swadaya masyarakat dalam bentuk Bank sampah.

" Ya, untuk tim petugas penarikan sampah mempekerjakan warga disini, dan sebagai pendapatan atau gaji nya dari hasil swadaya warga, kalau untuk operasional operator itu dari DLHK." Tegas dede.

Dede berharap dengan adanya TPST di Mekarjati Karawang Barat ini dengan segala fungsi dan kemampuan dalam penanganan pelayanan, penarikan dan pemrosesan yang di hasilkan nya. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, sangat penting untuk dimaksimalkan  di tingkat lokal. (Her)

Foto: TPST Mekarjati, Karawang 


Komentar

Berita Terpopuler

Rosadi Nasakha: Penghijauan Adalah Investasi Masa Depan Karawang

14 Tahun KCP Mall 1: Dari Pujasera Bunderan Jadi Jantung Rekreasi, Etalase UMKM, dan Panggung Bakat Karawang

DLHK Karawang Buka Pelatihan Green Skill 2026, Karang Taruna Bisa Jadi Pelaksana TPS3R

Waspada Kemarau, DLHK Karawang Laksanakan Pemangkasan Ranting Pohon di Jalan Layapan Telagasari -Tempuran

PEGANG AMANAH BUPATI AEP, DAMKAR BPBD KARAWANG RESPONS CEPAT SEGALA ADUAN WARGA

Karang Taruna Kabupaten Karawang Diminta Jadi Fasilitator, Dorong Kearifan Lokal Pemuda Desa

Blusukan ke Kutawaluya, Bupati Aep Instruksikan Dinas PRKP Segera Bangun Rumah Mak Cimah dan Mak Cici

Karang Taruna Batujaya: Kearifan Lokal Kami Pariwisata, Pemuda Butuh Skill Bahasa & Tour Guide

Bupati Karawang Siap Dukung Program PTSL Sampah Kemendagri

Kolaborasi Investasi Lingkungan, DLHK Karawang bersama KIIC Tanam 500 Pohon di Desa Wanajaya