Kemarau Panjang, 3 Desa di Karawang Dilanda Krisis Air Bersih, BPBD: Belum Status Siaga
Karawang, deteksiarmedia.id .Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat 3 desa di 2 kecamatan terdampak kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini. Meski begitu, Karawang belum menetapkan status siaga kekeringan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Fery Muharam, mengatakan wilayah terdampak kekeringan 2024-2025 antara lain Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kecamatan Ciampel, Kecamatan Klari, Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Tegalwaru
“Berdasarkan laporan kejadian bencana saat ini baru dua kecamatan, lima desa yang terdampak kekeringan sampai Juli ini, yang terlaporkan Kecamatan Tegalwaru dan Ciampel,” ujar Fery saat ditemui, Kamis (2/7/2026).
Fery memperkirakan kemarau ekstrim ini berlangsung hingga Oktober. Ia menyebut Kabupaten Purwakarta sudah menetapkan status siaga, namun Karawang masih menimbang.
“Untuk Karawang sampai saat ini belum kita mengeluarkan status siaga kekeringan. Karena pertimbangan yang terdampak berdasarkan laporan di lapangan baru dua kecamatan,” jelasnya.
Fokus Distribusi Air Bersih
Dampak utama yang dirasakan warga saat ini adalah krisis air tanah. BPBD Karawang rutin mendistribusikan air bersih ke titik-titik lokasi terdampak.
“Air bersih dulu yang diutamakan karena kebutuhan pokok. Kita juga petakan titik penampung air supaya distribusi tidak terhambat antrean warga bawa galon atau ember,” kata Fery.
Ia menambahkan, sejauh ini belum ada laporan gagal panen atau gagal tanam di sektor pertanian. Dampak kesehatan seperti penyakit akibat kemarau juga belum ditemukan.
Kendala Geologis di Kecamatan Ciampel dan Kecamatan Tegalwaru
Fery mengakui distribusi air di wilayah tersebut cukup sulit karena kondisi geologis. “Ciampel dan Tegalwaru itu perbatuan karst, jadi dari tahun ke tahun memang sulit untuk melakukan pengeboran eksploitasi air,” ungkapnya.
BPBD Karawang telah melakukan sosialisasi ke setiap kecamatan agar diteruskan ke desa untuk antisipasi kemarau. Masyarakat diimbau hemat air dan segera melapor jika terjadi krisis.
“Laporkan ke petugas kami di lapangan, aparat desa, atau call center Pusdalops BPBD. Ada Satgas kami di setiap kecamatan,” tutup Fery.
Penulis|Editor: Hery Heryana







