Cerita Karawang, Dari Desa Sampai Industri.

Dokumentasi & publikasi profesional untuk UMKM, korporasi, komunitas, desa, hingga pemerintah.

32+ MitraUMKM • INDUSTRI • DESA • PEMDA
406+ CeritaTERDOKUMENTASI
23.1 rb+ TayanganTAYANGAN
WHAT WE DO

Solusi Komunikasi untuk Setiap Kebutuhan

Kami menghadirkan layanan dokumentasi, publikasi, periklanan dan creative PR untuk memperkuat citra, meningkatkan jangkauan dan membangun kepercayaan publik.

📸
Dokumentasi

Foto & video kegiatan, event, program dan aktivitas publik.

+
📰
Publikasi

Mengemas kegiatan menjadi konten informatif dan inspiratif.

+
📢
Advertising

Materi promosi dan campaign digital untuk menjangkau audiens.

+
💡
Creative PR

Storytelling, campaign dan narasi kreatif untuk engagement.

+
🌐 Bisa dikerjakan satuan, berkelanjutan dan kolaborasi jangka panjang.

LURAH NAGASARI HASBULLAH GERAKKAN WARGA PEDULI SAMPAH: DARI EDUKASI HINGGA BANK SAMPAH


DETEKSIAR|KARAWANG
, Di bawah komando Lurah Nagasari, H. Hasbullah, S.Ag., Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat menggerakkan warga lewat program "Gerakan Peduli Sampah" dengan alur kerja terpadu. Mulai dari edukasi, kerja bakti, pemilahan, hingga pengolahan sampah jadi kompos dan tabungan bank sampah.

H. Hasbullah tidak hanya menyusun konsep. Beberapa waktu lalu, ia memfasilitasi pelatihan pengolahan sampah organik di sebuah majlis ta’lim. Kegiatan bertema “Sinergitas Majlis Ta’lim & Generasi Muda, Raih Keberkahan Ramadhan” itu diikuti puluhan warga dan pemuda. Tampak pemateri berbaju koko putih memberi arahan, sementara peserta duduk lesehan menyimak cara membuat kompos dari sampah dapur dengan media ember dan sekam.

“Kita mulai dari edukasi. Kalau warga paham, sampah organik gak perlu dibuang. Bisa jadi kompos buat tanaman,”kata H. Hasbullah. 


Pelatihan ini merupakan tahap awal dari Flowchart Alur Kerja Gerakan Peduli Sampah yang ia gagas. Setelah edukasi, warga diajak kerja bakti terjadwal dan mengumpulkan sampah ke TPSS untuk dipilah.

Untuk sampah anorganik, H. Hasbullah mengaktifkan Bank Sampah “KENARI”. Di sana, warga menyetor kardus dan plastik untuk ditimbang petugas. Seorang ibu berbaju merah mencatat hasilnya di buku tabungan nasabah. 

“Kelurahan bersih dimulai dari rumah. Rumah bersih dimulai dari bank sampah,” tegas Lurah yang kerap turun langsung memantau penimbangan.

Alur kerja yang disusun H. Hasbullah menargetkan pengurangan signifikan sampah ke TPA. Sampah organik diolah warga jadi kompos, anorganik jadi tabungan, sehingga residu yang dibuang minim. Terkait adanya jalur pembakaran dalam bagan, H. Hasbullah menyatakan pihaknya masih mengkaji metode yang aman dan sesuai aturan. 

“Intinya, kami ingin lingkungan Nagasari sehat, asri, dan bersih. Kuncinya ada di partisipasi warga dari rumah masing-masing,”_ tutup H. Hasbullah. (Her).


Dokumentasi Terbaru

DeteksiArMedia.Id
Memuat...

Portofolio Klien

Semua Klien